A Dreamer


 

Malam pergantaian tahun baru, mungkin hal ini adalah moment yang sangat special bagi siapapun. Dan hampir semua orang, pasti akan membuat moment tersebut tidak akan terlupakan. Melakukan hal yang berbeda di pergantaian tahun, menyongsongnya dengan aktifitas yang membuat mereka, setidaknya senang dan baru.

Menurut saya, malam pergantian tahun baru tidak harus diwarnai dengan hal yang selalu membuat kita senang, dan lupa akan segalanya. Seperti membakar kembang api yang indah, meniup terompet kencang-kencang, atau memenuhi jalanan dan membuatnya keadaan menjadi bising. Tidak. Tapi, malam ini seharusnya menjadi saat yang tepat untuk saya khususnya, untuk merenungi apa yang sudah terjadi selama setahun yang lalu. Dan berfikir sejenak untuk berhenti. Kembali menekuni mimpi dan harapan yang belum bisa tercapai.

Saya hanya penikmat malam ini. Pergantian malam dari 2012 ke 2013. Menjadi penikmat, yang ternyata sangat menyenangkan. Memandangi kilau cahaya percikan api-api di langit dari kejauhan. Di atas lantai dua Elfast, saya melakukannya malam ini. Wonderfull. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang saya lewatkan dengan hanya didalam kamar, atau mungkin datang secara langsung menyaksikan pesta kembang api dari jarak dekat.

Saya suka malam ini. Malam dimana saya berdiri tegak, menatap langit yang menghitam yang sedikit berbeda dari biasanya. Karena ada banyak kemilau cahaya dari banyak titik tempat tertentu. Dan saya bisa melihat seluruhnya, dilantai dua, di tengah-tengah hamparan sawah yang terbentang luas. Saya dapat menekuni satu per satu titik-titik indah cahaya di langit secara leluasa.

Tidak telalu bising untuk malam yang penuh dengan cahaya. Malam ini begitu tenang, setenang angin yang tidak terlalu kencang bertiup, setenang bulan yang remang-remang memancarkan cahayanya, setenang langit yang tidak menurunkan tetesan airnya dan setenang diri saya malam ini.

Malam ini adalah resolusi’, kata teman yang berdiri disamping saya. ‘Berbuat lebih baik dari sebelumnya dan memikirkan masa depan kita, akan kita bawa kemana dia’, dia melanjutkan.
‘Iya, karena kita pemimpi. Berdiri disini, menyambut hari esok, dan membawanya bersamaan dengan mimpi-mimpi ini.’ Saya mengimbuhi. Dan senyum mengembang mengingat betapa nikmatnya bermimpi.

Saya teringat satu hal lain malam ini, dan saya berkata dalam hati, ‘ Selamat ulang tahun. Saya sangat mencintaimu, Ibu... ‘

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto Saya
Hadna Muthia Izzati
Pare, Kediri, Indonesia
A trainer | A traveler | A dreamer| An Ordinary girl
Lihat profil lengkapku

Ordinary's Friends

Blog contents © Ordinary Little Girl 2010. Blogger Theme by NymFont.