Catatan Diatas Senja


Sampai detik ini pun, saya masih belum bisa membaca anda. Sungguh waktu terlalu lama untuk sebuah proses. Mencari dan menemukan. Sekian lama saya mencobanya. Nihil, dan itu realitanya. Tapi, seseorang berkata, kamu hanya perlu menanti, menjawab dan akhirnya menemukan, itu kodratmu. Benarkah?.

Kalau memang perkataan seseorang itu terlampau benar, saya hanya bisa mengangguk dan bersikap baik. Dengan hal itu, setidaknya saya dapat lebih bersabar dan memaklumi apa yang terjadi. Dan jikalau waktu membunuh kesempatan itu, haruskan perlu mengkambing hitamkan sikap?.

Kadang, sebuah kondisi yang mendesak dan berat dapat membuat siapapun gelap mata. Dalam artian, mereka bisa melakukan sikap apapun yang menurutnya akan melegakan rasa. Meskipun sebuah kesempatan bisa diciptakan sesuka hati, siapa yang tahu akan hasilnya?.

Kata orang-orang benar. Bersikap baik, dalam hal kesabaran misalkan, memang ada batasnya. Dan saya selalu mengagumi jika ada kekuatan yang menyatakan sesuatu itu tanpa batas. Tak terbatas. Tapi saya hanyalah pengagum, yang pasti sangat mustahil jika hal itu bersemayam didalam diri. Walaupun kewajiban seorang makhluk itu adalah bersikap sempurna.

Apakah hal ini tepat?. Hanya mempertahankan sebuah pola yang belum tentu benar, dengan mengabaikan hal lain, yang justru menunjukkan ketidak-sinkronan. Mungkin, pilihan yang hanya mengacu pada sikap subjektif akan memunculkan sebuah kondisi ini. Sangat tidak nyaman. Jadi, apakah pola lama harus dirubah dengan sikap yang lebih objektif?.

Mungkin benar. Mencoba hal baru, dengan membaca dan memandang apapun lebih objektif. Meninggalkan sikap lama yang usang. Dan melupakan yang sudah sudah.

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto Saya
Hadna Muthia Izzati
Pare, Kediri, Indonesia
A trainer | A traveler | A dreamer| An Ordinary girl
Lihat profil lengkapku

Ordinary's Friends

Blog contents © Ordinary Little Girl 2010. Blogger Theme by NymFont.