Tampilkan postingan dengan label Sesuatu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sesuatu. Tampilkan semua postingan

11 Bulan 11 Hari Lagi


(Tulisan konyol, buat mbak-ku)

Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
Tuk yang pertama dan terakhir
Jangan kau tolak dan buatku hancur
Ku tak akan mengulang tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
(Yovie N The Nuno-Janji Suci)

-Wooi, ini masih pagi. Udah ngedengerin lagu yang ngebuat angan-angan melambung aje. Hehe. Bawaan umur-

Ba’da sholat subuh, pacar lamaku, laptop mini ungu ini kunyalakan. Entah ada angin pagi apa yang merasuk dalam sanubari hingga tiba-tiba jari-jari imut ini membuka file musik dan kupilih lagu diatas. Suara abang Digta dan kawan-kawan lewat headset terdengar lembut sekali di telinga. Aduhai sekali. Membayangkan lirik-lirik itu berubah menjadi sebuah sketsa nyata. (Ngayal mulu).

Baiklah, aku tidak akan menyangkut tentang ‘aku’ lagi. Tapi, ini berkaitan tentang kakak keduaku, yang paling gokil, imut, lucu, dan baik hati sedunia (ada maunya kalo kayak gini). Keinget omongan ibu kemarin siang, ‘Mbakmu gimana sama mas yang dulu?’. Waduh, pertanyaan yang menggalaukan. Ternyata ibu belum tahu kalau mbak Zidny udah PUTUS!.

‘Nggak mau cerita ah, nggak boleh sama mbak Zidny’, jawabku santai.
‘Lho, biar ibu ngerti. Kamu pikir to nduk, mbak’e itu udah gede. Ibu gak mau kalau dia menikah lebih dari umur 25’.

Well, lagi-lagi dipikiran orang tua kepada para anak perawannya adalah ‘MENIKAH’. Okelah, setidaknya bukan aku yang disuruh untuk itu. Kalaupun iya, sama siapa?hehe... bingung juga. Balik ke mbakku tersayang, tanggal 16 Februari kemarin umurnya genap 24. Lumayan lah, udah lama juga dia bernapas di bumi ini. Hussh.

Bagaimapun, aku mikir juga tentang hal ini. Bagaimana tidak?. Dia cukup dekat denganku, untuk hubungan persaudaraan dan sesi curhat-curhatan. Tapi, kelihatannya dia memang terlalu santai dan tidak memikirkan akan hal ini, menikah. Mungkin mikir juga kali ya, tapi mana kelihatan?. Usahaku hanya satu buat dia, ikut berpartisipasi nyariin juga pria yang sholeh, ganteng, baik, kaya (perfect bgt, mana nemu?) atau setidaknya mantengin laki-laki di Elfast yang buanyak sekali. Tapi, susah ternyata.

Aku sangat terharu saat dia bercerita kalau dia punya tambatan hati, beberapa bulan yang lalu. Dunia terbalik. Hehe. Teman satu kantor, dan bisa menarik perhatian kakakku ini. Hebat juga tu bapak. Lho, kok bapak?. Bukan ding, OM lebih tepatnya.

Hari-harinya menjadi lebih berwarna, menjadi lebih teratur, dan mulai menunjukkan sisi yang terkubur sejak sekian lama yakni, perhatian. Aku jadi heran, ternyata dia lebih lebay dari aku, hehe. Tapi ya maklum, dimabuk asmara. Jadi wajar lah.

Saat ke Surabaya sekitar dua bulan yang lalu, aku bilang ke kakakku ini kalau aku pengen tau mana sih om-om itu. La haulawala kuwwata illa billa. Dia udah PUTUS!. Wooi, yang bener aja?. Dikenalin aja belom, udah maen diputusin aja. Gak seru en gak keren, harusnya dikenalin dulu, baru diputus. Lhoh?. Malah lebih gak keren kalau itu.

Ya ya... Aku paham setelah dia bertutur selama satu jam lebih dua puluh lima menit lebih tiga puluh lima detik. Kesimpulannya, om itu bukan yang tepat buat mbakku. Itu aja?. Ga juga sih, tapi lupain lah. Susah memang, menyatukan hati. Apalagi kalau udah pada dewasa, yang dipikir semakin banyak. Bisa dibilang, masa penjajakan sebelum lanjut ke hubungan yang lebih serius. Dan itu TIDAK GAMPANG.

Setelah kuhitung, ternyata waktu tersisa untuk dia sebelum umur 25 hanya sekitar 11 bulan 11 hari. Dan harapan ibu, menikah sebelum umur 25. Tekanan batin gak tu?. Tapi, siapa tau akan jodoh?. Mungkin tiba-tiba aja besok muncul pangeran dengan kuda putih dan para dayang-dayang berbaju sutra lembut, dengan membawa mahar dan segala tetek-bengeknya. Haha. Ngayal lagi.

At least, aku pernah melihatmu tersenyum karena hatimu, mbak. Dan sedikit senang akan hal itu. Berusahalah untuk hidupmu, aku selalu membantumu, atau merepotkan mu lagi. Dan terakhir, menikahlah!. Karena bapak pengen gendong cucu juga. ~.~

Penyembuhan

Sang Ulat Penyelamat

Pernah merasakan takut akan sesuatu?. Mungkin itu pada benda, hal-hal yang mengerikan, menjijikkan atau lainnya?. Yups, nama lain dari ketakutan terhadap 'sesuatu' itu sering disebut Phobia. Aku mengalami masa-masa sulit karena sangat menghindari sesuatu yang dulu, bagiku sangat menjijikkan yaitu ulat. Mungkin bagi sebagian orang, ulat adalah hewan yang lucu atau mungkin bagi sebagian orang lagi, menganggap bahwa hewan satu ini tergolong hewan yang sangat menjijikkan.

Phobia, memang tidak semua orang mengalaminya. Namun, ketika sudah terjangkit akan susah dalam penyembuhannya. Butuh waktu atau mungkin terapi yang sering untuk menghilangkannya. Aku tidak mengerti, mengapa dulu aku sangat anti terhadap ulat. Mungkin salah satu alasannya karena dia memang sangat menggelikan. Terasa merinding di sekujur tubuh ketika melihatnya langsung, dan juga tiba-tiba merasa gatal-gatal pada kulit, meskipun hanya melihat pada jarak pandang yang cukup jauh, tiga meter lebih.

Sekitar beberapa bulan yang lalu, phobiaku terhadap hewan ini seakan sirna. Entah mengapa, setiap melihatnya tidak ada rasa jijik, tidak juga merasa merinding di sekujur tubuh, ataupun merasa gatal-gatal. Bisa dikatan aku berhasil menyembuhkan phobiaku. Aku bahagia, aku sukses.

Tau dengan apa aku menyembuhkan phobia anehku ini?.

Suatu hari, kakak pertamaku, yang kebetulan suka jeprat-jepret menunjukkan sebuah foto.Aku tidak tahu foto apa, dia bilang bagus pokoknya. Langsung aku melihatnya, bergidik aku dibuatnya. Sebuah foto ulat yang banyak, berjumlah sekitar sepuluh ekor yang berkumpul pada satu dahan pohon. Aku terus mengamati, detik berganti, menit bergulir, hingga sekian lama waktu, aku merasa terpesona olehnya. Sungguh sangat cantik dan memesona.

Dan sejak saat itu, aku selalu mengagumi hewan ini, bila dilihat dari sisi lain, banyak keistimewaan yang dimiliknya. Selain bentuknya yang lucu, gaya berjalan yang unik, dan warna yang kadang sedap dipandang. Good Bye Phobia.... Welcome Caterpillar...

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto Saya
Hadna Muthia Izzati
Pare, Kediri, Indonesia
A trainer | A traveler | A dreamer| An Ordinary girl
Lihat profil lengkapku

Ordinary's Friends

Blog contents © Ordinary Little Girl 2010. Blogger Theme by NymFont.