A Little Happiness
Sabtu, 17 November 2012
Sudah beberapa saat
lamanya aku tidak menyentuhmu, akun blog-ku. Mungkin ini karena sikap usang
yang kembali muncul tiba-tiba, karena sesuatu alasan.
Berdiam sejenak dipersimpangan
jalan Brawijaya tepatnya di kelas mungil, setelah perkuliahan. Melihat banyaknya
kendaraan melintas teratur ditengah-tengah hujan deras yang mengguyur Pare
senja ini. Partikel-partikel air yang turun mendamaikan suasana membuat banyak
pemuda-pemudi di kampung Inggris tidak menyiakan-nyiakan kesempatan itu, untuk
sekedar bernostalgia masa kecilnya. Bersepeda santai dengan kuyupnya sekujur
tubuh. Indah saja melihat situasi ini.
Dan konsentrasi di dalam
kelas sedari tadi pecah, entah melayang kemana. Hanya melihat keluar jalan,
menikmati gerombolan air jatuh teratur. Dan tidak heran kalau bapak dosen
menegurku berkali-kali. ‘ Hey, Muthia. Where
are you now? I think you’re not here, you act such as gloomy person’ kata
bapak Muhammad. Gubrak, ngliatin aja ni orang. Dan, jadilah semua mata tertuju
padaku. Ya memang, apa yang anda katakan tidak sepenuhnya salah, Pak.
Dan aku tidak peduli,
entah dikira galau, bahagia, sedih, lagi stress, atau apalah, aku tetap suka
hujan. Melihatnya pun merupakan suatu keindahan tersendiri. Satu lagi rasa aneh
muncul ketika hujan datang, rindu. Seakan tetesan-tetesan air itu mengerti apa
dirasakan pecintanya. Mereka jatuh teratur membentuk suatu irama yang merdu dan
menciptakan suasana damai. Karena damai mendatangkan satu, kebahagiaan.

0 komentar:
Posting Komentar