Everlasting Memory


Kenapa semua begitu indah di awal, dan menyesakkan pada akhirnya?. Setiap yang berperasaan pasti mengalami hal ini. Kecuali yang sudah, mati rasa!. Bukan saya terlalu mendramatisir untuk apa yang terjadi, tapi ini adalah sebuah realita kehidupan yang terjadi disini, kampung halaman tanpa batas, yang siapa saja bisa datang dan pergi sesuka hati mereka.

Sebut saja bandara, stasiun, atau pelabuhan yang sangat besar. Bagaimanapun kalian menyebutnya, saya tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sini, Pare. Merasakan atmosfernya dari saat pertama menjejakkan langkah di bumi. Saya, dan kota ini adalah satu, yang rasa-rasanya saya tidak bisa terlepas olehnya.

Menghadirkan wajah-wajah baru setiap saat, memunculkan dinamika kehidupan yang berwarna untuk kota kecil ini. Dari sebuah desa kecil di tengah kabupaten Kediri, yang tidak cukup banyak penghuni pada beberapa puluh tahun silam, kini menjadi seolah-seolah kota kecil metropolitan yang semua bentuk kebutuhan harus terpenuhi disini.

Saya tidak pernah menyangka untuk terlibat langsung dalam perputaran sejarah kampung ini, masuk didalam komponen penting yang mana sangat banyak memori yang bisa diciptakan dan diputar ulang ketika sudah memudar. Perasaan ini, tidak pernah berubah. Ada kalanya bahagia, untuk sebuah pertemuan, dan satu lagi yang sangat tidak diharapkan, sedih ketika perpisahan.

Tapi semua itu alami, mengalir begitu saja untuk sejenak waktu. Disatu sisi, harus melanjutkan hidup dengan bentuk manusia yang berbeda, tapi disisi lain rasa itu tidak pernah berkehendak untuk menjauh dari manusia yang sebelumnya. Saya hanya ibarat seorang penjual karcis, dimana semua orang bisa membeli tiket, datang dan pergi, tapi saya hanya memandangi berbagai macam orang datang tanpa dapat beranjak dari tempat duduk.

Kadang saya merasa, apakah ini yang disebut dengan kebahagiaan sementara?. Berbahagia dengan beberapa manusia baru dalam satu waktu, dan selanjutnya entah harus dibawa kemana kebahagiaan itu. Terlalu menyakitkan sebenarnya, tapi inilah realitanya.

BP 1 C. Tidak pernah saya lupakan memori indah yang sudah kita ciptakan. Tak akan pernah segan-segan saya putar lagi seluruh film di rol sel-sel otak. Betapa indah bisa mengenal kalian, dari segi apapun. Kebahagiaan sesaat, yang terlalu indah dan sangat membahagiakan. Hidup untuk bahagia, dan setidaknya saya menemukan sedikit banyak hal itu setelah semuanya.

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto Saya
Hadna Muthia Izzati
Pare, Kediri, Indonesia
A trainer | A traveler | A dreamer| An Ordinary girl
Lihat profil lengkapku

Ordinary's Friends

Blog contents © Ordinary Little Girl 2010. Blogger Theme by NymFont.