Kepingan Puzzle Itu...



Hari ini adalah hari dimana akhirnya aku mampu mengungkapkan apa yang aku rasakan kepada seorang teman. Teman dekat lebih tepatnya. Dan sudah beberapa saat memang, memendam sendiri perasaan yang selalu mengganjal dihati. Rasanya pun sangat tidak nyaman. Tapi pada akhirnya aku bisa bercerita banyak kepada teman lama.

Perasaan yang selalu membawaku kedalam memori yang terlewatkan. Mengenang hal yang mungkin tidak bisa terulang lagi. Terlalu indah untuk selalu dikenang, padahal pada akhirnya akulah yang kalah dan menjadi diam. Meskipun sudah melawan perasaan ini, rasanya sangat berat sekali untuk meninggalkan apa yang sudah mengakar. Layaknya akar pohon oak, yang akan selalu berdiri kokoh menahan kerasnya angin yang bertiup kencang.

Aku selalu berkata, entah kapan aku memulai berprinsip seperti ini. Bahwasannya, ketika aku sudah menaruh hati kepada seseorang, maka aku akan selalu berusaha meyukainya sepenuh hati. Karena aku tahu dan paham benar dengan hatiku sendiri. Sangat susah untuk mencintai, dan ketika sudah ada yang bersemayam dalam hati, akan sangat susah untuk melupakannya. Dan itu yang terjadi saat ini. 

Betapa susahnya melupakan seseorang yang pernah menjadi hidup, meskipun hanya dalam hitungan bulan. Dan aku tidak bisa menyangkalnya. Sekeras apapun berusaha untuk melupakannya, maka aku akan lebih dalam lagi mengingatnya. Seperti sebuah perkataan, ‘Melupakan seseorang yang penting dalam hidup adalah seperti mengingat seseorang yang belum pernah dikenal’. Sangat susah.

Pesakitan ini muncul kembali. Ketika aku terus dan terus mencoba untuk menyangkal bahwa tidak lagi ada perasaan apapun kepadanya. Dan aku kalah, aku mengakuinya. Masih ada yang tertinggal dalam hati ini. Dan benar saja, prinsipku selama ini. Bahwa sebenarnya yang memilih adalah hati, dan dia membuktikannya. Terlalu berat untuk meninggalkan kenangan indah meskipun hanya beberapa saat saja.

Terkadang, hanya air mata yang bisa membuktikannya. Dia menjadi saksi bisu untuk segala pesakitan ini. Tidak ada jalan lain selain itu. Karena kadang, tidak ada yang mendengar keluh kesah yang sudah berakar ini, apalagi mencari obat yang tepat takarannya. Aku butuh penawar, yaitu seseorang yang baru, yang tepat untuk menggantikannya. Melupakan pesakitan yang dalam. Dan menciptakan lembaran baru yang lebih berwarna.

Kadang aku selalu berpikir tentang hal itu. Berpikir keras tentang hal yang akan membuat tidak lagi selalu mengingat hal yang sudah terlewatkan dan tidak akan kembali lagi. Aku ingin berusaha memulai awal baru. Dimana aku bisa memasang kepingan puzzle yang kosong, dan diisi dengan potongan-potongan puzzle yang tepat dan pas. Aku akan berusaha untuk itu. Selama apapun waktunya. Karena aku yakin, seseorang itu pasti akan datang. Untukku dan untuknya. Menyudahi pencarian dan penantian kepingan puzzle yang tercecer, menjadi utuh dan nyata pada akhirnya.

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto Saya
Hadna Muthia Izzati
Pare, Kediri, Indonesia
A trainer | A traveler | A dreamer| An Ordinary girl
Lihat profil lengkapku

Ordinary's Friends

Blog contents © Ordinary Little Girl 2010. Blogger Theme by NymFont.