Elfast dan Ceritaku


Menjejakkan kaki, selangkah demi selangkah. Menggantungkan harapan yang menunggu jawaban. Tapakan kaki yang meskipun berat, tapi tak mau berhenti untuk berjalan. Mata yang kadang lelah tapi tak mau untuk ditutup. Hati yang terkadang terlalu lelah tetap harus bertahan untuk selalu ada. Karena aku harus selalu ada. Selalu ada dalam peranku saat ini.

Mungkin hampir genap dua belas bulan hanya kurang beberapa saat saja, aku disini. Tak terasa. Waktu berjalan cepat, perputarannya membuatku selalu terus berjalan hingga kadang lelah pun terabaikan. Tempatku, disini. Menuntut ilmu, merajut mimpi, berjuang untuk hidup, mengenal berjuta orang, mencicipi menjadi orang dewasa, berkenalan dengan cinta, sahabat, dan tak terhitung lagi apa saja yang sudah terjadi.

Berjuta pengalaman hidup mulai kujejaki disini, Elfast. Taukah kau tempat apa ini?. Hanya sebuah bangunan bedinding dengan jajaran kelas, yang setiap bulan bahkan minggu pasti didatangi orang yang berbeda. Setiap saat. Dan aku pun terlalu malas untuk mengamati banyak orang yang berlalu lalang. Aku hanya bisa mengikuti arusnya saja, tapi tidak untuk melawan arus itu. Terlalu deras.

Mereka semua datang dengan satu tujuan. Mengenal dan memahami bahasa Asing, lebih tepatnya Inggris. Dan aku sangat terlibat dalam jalur mereka. Setidaknya aku menjadi guide untuk mengenalkannya. Susah-susah gampang menjadi guide untuk semua golongan, usia, tak terkecuali. Tidak ada pengelompokan, karena semua sama.

Ada saja ulah dan kejadian yang berbeda dalam setiap situasi. Menghadapi bapak dosen, pengacara yang banyak protesnya, guru dengan segala kemampuannya, mahasiswa yang terlalu aktif bertanya hingga keluar jalur dan lebih sering menggombal, anak SMA yang malah gampang diajari, anak SMP yang masih terlalu polos untuk mengerti apa itu Grammar, hingga anak SD yang tidak mengerti apapun dan harus menjelaskan berkali-kali dihadapannya, bergabung menjadi satu dalam ruang yang disebut dengan kursusan.

Kalau sudah demikian, ingin rasanya melempar penghapus papan tulis dan lari dari kelas. Tapi itu tidak mungkin kulakukan. Setidaknya, bersikap dewasa untuk menghadapi masalah, itu lebih tepat. Dan hasilnya, tidak begitu bawel juga lama-lama, apalagi ketika mereka harus menghadapi soal yang rumit. Haha, bahagia sesaat diatas penderitaan orang lain. Tapi aku tidak sejahat, membiarkan rambut mereka rontok satu per satu. Karena aku juga pernah ditertawakan ketika tidak bisa, dan itu sakit.

Sebut saja aku sebagai guide durhaka. Meskipun tidak enak didengar, tapi memang kenyataannya seperti itu. Bukan durhaka dalam arti sebenarnya, ini dikarenakan aku terlalu susah menghafal nama diantara banyak orang tersebut. Entah siapa saja yang menyapaku, hanya mengangguk dan tersenyum, beres urusan. Hehe. Durhaka kah?. Tidak juga sepertinya.

Menikmati setiap kelucuan yang terjadi di dalam kelas, hingga diluar kelas. Banyak yang berkata, aku mempunyai dua kepribadian. Sangat cool dan tenang jika dikelas. Entah setan apa yang merasukiku hingga aku bisa berwatak tujuh tahun lebih tua. Tapi lihat saja kalau kaki sudah keluar pintu kelas, satu langkah saja, pertahanan yang kuat didalam kelas seakan runtuh seketika. Jadilah Hadna yang berbeda. Apalagi ketika malam tiba. Kebiasaan berkumpul bersama member tidak bisa terelakkan. Walaupun hanya sekedar menyeruput kopi panas di satu malam. Menjadi satu sosok yang gila. Ampuni Tuhan.

Ini hari-hari ku bersama Elfast dan apa yang terjadi didalamnya. Mengamati lamat-lamat atas semua kejadian hari demi hari. Semakin berkembang saja aku kira. Dan aku senang menjadi bagianmu. Menjadi salah satu pintunya, tidak masalah. Setidaknya aku bisa sedikit bermanfaat bukan untukku sendiri, tapi untuk banyak orang. Semoga saja akan semakin banyak orang lagi yang mau membuka pintu ini.

http://elfast-pare.com


0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto Saya
Hadna Muthia Izzati
Pare, Kediri, Indonesia
A trainer | A traveler | A dreamer| An Ordinary girl
Lihat profil lengkapku

Ordinary's Friends

Blog contents © Ordinary Little Girl 2010. Blogger Theme by NymFont.