Kupu-kupu dan Yang Tak Terbatas



Melihat mereka dalam untaian kata-kata, saling menguraikan celoteh dalam kepuitisan sastra, bersatu padu dalam keharmonisan dan berbalas kasih lewat itu semua. Tidak pernah kuketahui siapa mereka. Hanya saja, rasa yang hangat yang ada diantara mereka seketika menyetrum tubuhku hingga aku dapat merasakan betapa bahahagianya mereka pada perputaran masa.

Angan-angan lah yang akhirnya mengerti. Berkenalana bebas sebebas-bebasnya. Mengumpamakan apapun menjadi nyata. Berusaha melihat realita, tapi itu bukan sebenarnya. Hanya saja rasa manis saat itu terlampau indah untuk ditinggalkan terlalu jauh. Aku tidak sanggup berpaling, sungguh pemanis buatan ini, memabukkan.

Saat semua menjadi muram, langit-langit menampakkan rona kelabunya, awan-awan menghitam berkumpul menjadi satu dan pada akhirnya akan jatuhlah tangisan dibumi, aku tidak mau melihat mereka dalam penampakan yang tidak sempurna, sesempurna biasanya. Aku tidak ingin pemanis buatankan itu lenyap seketika. Membuatku goyah akan semua ceceran keindahan seketika menjadi kekecewaan.

Melihat mereka, aku bisa menyadari. Begitu banyak perbedaan yang terkesampingkan demi sebuah tujuan yang sama. Hingga pada akhirnya membuat benang-benang yang sangat kecil sebelumnya, menjadi menebal dan semakin tebal hari demi hari. Tidak mereka saja, benang-benang tipis akan bisa semakin nampak seiring bergulirnya detik, menit, jam, hari, abad, hingga kembali pada semesta.

(Cobalah meng-aku-kan aku dalam setiap hembusmu)

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto Saya
Hadna Muthia Izzati
Pare, Kediri, Indonesia
A trainer | A traveler | A dreamer| An Ordinary girl
Lihat profil lengkapku

Ordinary's Friends

Blog contents © Ordinary Little Girl 2010. Blogger Theme by NymFont.