Long and Tired Journey
Senin, 16 Januari 2012
Kalau akan menuju suatu tempat, pasti sebelumnya harus ada perjalanan baik itu lama maupun sebentar, baik itu jauh maupun dekat. Karena tidak ada yang tiba-tiba sampai tujuan dalam kedipan mata, kecuali doraemon yang mempunyai pintu ajaib yang bisa membuat dia berada dimana saja yang dia inginkan dengan hanya membuka pintu yang dia miliki itu. Perjalanan jauh aku lakukan tahun lalu, tepatnya tanggal 23 July 2011.
Tujuanku adalah NTB, pulau seberang di sebelah pulau Lombok tepatnya di Sumbawa Besar, untuk mengisi program dua minggu di SMAN 2 Sumbawa Besar. Dini hari sekitar pukul dua malam yang dinginnya pagi itu terasa sampai ke ulu hati mengawali perjalanan rombongan tutor dari Cell, tempat aku mengajar dulu, menuju ke bandara Juanda, bandara paling bersih se-Indonesia.
![]() |
| Juanda airport |
Dengan travel berwarna silver, long journey dimulai, dan perjalanan pagi itu memakan waktu sekitar 2,5 jam. Tiba disana, kita langsung menuju masjid untuk melaksanakan sholat subuh. Dan setelah itu, check in sekitar pukul 6, 1 jam sebelum take off. Terjadi masalah saat itu, dimana pesawat Lion Air tujuan Mataram yang akan terbang pukul tujuh lebih, sudah full passenger. Aneh memang, hal itu terjadi karena ada rombongan dokter dari salah satu universitas di Surabaya yang mengganti tempat duduk kita di pesawat dengan membayar lebih besar, akhirnya kita diharuskan menunggu keputusan apa yang kan terjadi. Dan setelah perdebatan kecil dengan petugas, akhirnya rombongan kita harus rela transit menuju Jakarta, ke bandara Soekarno Hatta setelah itu baru fly off menuju Matarram.
‘Penumpang yang terhormat, perjalan kali ini adalah perjalanan dari Surabaya menuju Jakarta. Dan perjalanan ini akan menempuh waktu, satu jam sepuluh menit. Kencangkan sabuk pengaman anda dan buka jendela pesawat saat take off.’ Itu adalah beberapa pengumuman singkat dari pramugari bertubuh langsing yang akan menemani perjalanan menuju Jakarta.
Aku ingat pesan temanku, ‘Kalau naik pesawat jangan lupa bawa kapas buat nutupin kuping, soalnya nanti kupingmu bakal sakit.’ Ternyata memang benar, kuping terasa sangat sakit. Tapi malangnya aku tidak membawa apa yang dikatakan temanku. Dan untuk mengurangi rasa sakit, kutelan air liurku. Meskipun susah, ternyata itu mengurangi suara bising di kuping. Aku berbincang-bincang dengan orang disampingku saat itu. Ternyata bapak itu adalah mekanik pesawat yang setiap tiga hari sekali harus berpindah kota, terbang melintasi pulau, untuk pekerjaannya. Yaitu memperbaiki mesin pesawat, dan kata bapak itu hari-harinya kebanyakan dihabiskan di atas langit, dan nyawa setiap saat menjadi taruhannya.
Ada tips juga yang aku dapat dari perbincangan singkat saat itu, yakni bawa air mineral saat naik pesawat. Diminum ketika kuping terasa nyeri. Aku coba, dan ajaib!, kupingku normal seperti sedia kala. Hehe, dan tidak perlu ribet dengan penutup kapas lagi.
![]() |
| Soekarno Hatta Airport |
Di bandara Soekarno Hatta, aku harus menunggu lagi karena jadwal penerbangan masih pukul 12.00, dan karena delay yang cukup lama, kita mendapat jatah makan di sebuah restaurant di bandara itu. Lumayan, makan prasmanan penghilang rasa lapar. Dan untungnya, bukan nasi kotak yang diberikan pada kita, namun makanan penambah gizi, terhidangkan makanan 4 sehat 5 sempurna di restaurant tersebut.
![]() |
| we waited, but nothing happened :) |
Jenuh mulai menjangkit diriku dan seluruh rombongan, nasib baik kalau menunggu take off pesawat di kursi tunggu, sialnya calon penumpang sangat ramai dan telah memenuhi seluruh kursi tunggu dan akhirnya mengaharuskan kita menunggu panggilan boarding dengan duduk di lantai. Poor us. Setelah menunggu beberapa saat lamanya, panggilan boarding menuju mataram terdengar. Aku dan seluruh penumpang bergegas menuju lorong bandara dan memasuki pesawat untuk terbang sekali lagi. Pengumuman dari pramugari kudengar lagi. Dan itu menjadi bahan guyonan buat kita karena sang pemberi arahan hanya menatap lurus kedepan tanpa senyum dan terkesan sangat kaku saat memberi petunjuk.
‘Awak pesawat ini dilengkapi dengan dua kamar mandi bagian belakang dan satu kamar mandi didepan.’ Dengan wajah tanpa senyum, pramugari itu mengangkat tangan, satu kedepan satu disamping. Dan memberi isyarat cara memakai sabuk pengaman atau pelampung dengan tanpa ekspresi. Apakah semua pramugara/pramugari seperti itu ya waktu ngasih pengarahan? Hm, rugi pakai bedak tebal kalau gak mau senyum.
Hari itu, aku naik pesawat dua kali. Dan penerbangan kedua memakan waktu lebih lama sekitar satu jam lima puluh menit. Tiba di Mataram sore hari, kemudian dari bandara naik taksi menuju travel agency. Perjalanan yang panjang lagi akan segera ditempuh untuk bisa sampai di Sumbawa Besar. Istirahat di Lombok, dan menikmati udaranya sejenak. Makan bakso dan sholat ashar, kemudian perjalanan dilanjutkan menuju pelabuhan karena harus menyebrangi selat alas. Kurang lebih selama satu jam setengah diatas ombak laut yang cukup kuat malam itu. Hingga rasa pusing pun menyerang kepalaku. Namun, perjalanan panjang itu belum selesai sampai disitu. Selama enam jam lagi lewat jalur darat, kita baru bisa sampai di rumah kos-kosan.
![]() |
| bandara Selaparang, Mataram |
![]() |
| kapal ferry, 'sailing to Sumbawa' |
Lengkap sudah perjalanku hari itu. Perjalanan darat, udara dan laut. Hampir 24 jam berada di atas kendaraan. Dan tenaga sudah terkuras habis karena lelahnya perjalan itu. Tapi itu sebuah pengalaman yang menyenangkan, karena itu adalah pengalaman pertama dalam hidupku ketika dalam waktu kurang dari 24 jam, aku bisa berada di lima kota yang berbeda. Kediri, Surabaya, Jakarta, Lombok, dan Sumbawa. hehe...









0 komentar:
Posting Komentar