DASAR ORANG GILA!!!
Rabu, 25 Januari 2012
Orang normal dan tidak normal atau ‘gila’ memang berbeda. Hampir dalam semua aspek berbeda antara manusia normal dan gila. Dalam hal berbicara, berpenampilan, tingkah laku, hingga cara memandang atau melihat manusia lain, yang itu bisa dilihat dari gerak gerik mereka. Kadang kala tatapan mereka tidak dapat diartikan. Strange.
Saya sedikit trauma ketika ada orang ‘gila’ yang memandangi saya dengan seksama. Rasanya berbeda ketika dipandang oleh manusia normal. Ada sesuatu yang janggal menurut saya, karena memang tatapan mereka selalu aneh. Yang awalnya diam, termangu, tiba-tiba tertawa terbahak-bahak dan berbicara yang tidak bisa dimengerti apa maksudnya, setelah melihat sesuatu.
Sekitar beberapa saat lalu kejadiannya, ketika saya sedang berbelanja di pasar Pare, saya sadar ada orang yang sudah beberapa lama mengamati saya. Saya kira dia sedikit tidak normal dilihat dari pakainnya yang kumal dan rambut gimbalnya. Diam dengan tatapan yang dalam. Ketika saya berhenti di depan salah satu toko, orang itu tiba-tiba tertawa dan berkata, ‘Pengen tak cium awakmu’. Astaghfirullah, betapa kaget dan takutnya saya kala itu. Memang dasar orang gila, batin saya. Lalu saya segera berlari kecil meninggalkan orang gila tersebut. Sejak saat itu, saya merasa aneh apabila ada orang asing yang mengamati saya lekat-lekat.
Namun naas, kejadian itu terulang lagi di salah satu tempat yang bukan daerah saya, dan saat itu saya sedang melakukan travelling bersama salah satu teman saya, dan berniat untuk bermalam di salah satu masjid. Ketika sudah kutemukan masjid, saya dan teman saya segera masuk di ruangan untuk jamaah wanita di lantai atas. Saya rasa tempat itu aman untuk tempat tidur malam itu, meskipun ada kekhawatiran sedikit, sebagai seorang wanita yang keluar tanpa pria sebagai pelindung dimalam hari.
| Masjid Baiturrahman |
Sedikit lega ketika sudah ada salah seorang ibu di dalam masjid yang bermalam disana juga. Langsung berbaring di atas karpet, itu yang dilakukan teman saya. Namun, saya tidak dapat memejamkan mata meskipun badan pegal semua karena jalan terus seharian. Kubuka buku yang kubawa, dan segera kubaca.
Saya memang sendirian yang masih membuka mata malam itu, karena dua orang yang lain sudah terlelap lebih dahulu. Merinding juga rasanya. Tak ada angin, tak ada hujan, tiba-tiba ada seorang pria naik ke lantai atas, padahal tempat itu adalah steril khusus wanita saja. Dia melihat-lihat sekitar dan akhirnya melihat saya yang sedang terbangun sendiri membaca buku. Jantungku tiba-tiba berdegup kencang ketika orang itu duduk bersila diluar ruangan kaca dan mengamati saya dari luar.
Masya Allah, betapa takutnya saya karena orang itu tidak segera pergi dan terus mengamati saya. Semakin lama semakin merinding, namun tidak saya hiraukan orang itu dan saya terus membaca buku saja. Tapi memang sedikit stress dan gila mungkin orang itu, karena tidak mungkin orang normal yang tau peraturan, masuk di wilayah jamaah wanita, lebih-lebih mengamati orang yang ada di dalam ruangan.
Saya sudah takut tingkat tinggi kala itu, sudah berpikir yang macam-macam akan terjadi something wrong. Untung saja, ibu yang tidur tadi bangun dan saya langsung berpindah duduk disamping ibu tersebut. Sedikit lega dan tenang rasanya bisa ngobrol dengan ibu itu, dan saya ceritakan semua yang terjadi.
Ternyata ibu yang berumur 43 tahun itu sudah beberapa kali bermalam di masjid tersebut, jadi kalau terjadi apa-apa bisa langsung lapor ke satpam yang berjaga 24 jam. Alhamdulillah ada ibu yang menemani saya dalam ketakutan di tengah malam.
Tapi, crazy person itu terus mengamati saya meskipun saya tidak berani menatap wajahnya langsung, dan kadang dia tertawa kecil seperti melihat hal yang lucu, lalu mendekatkan mukanya kekaca persis orang mengintip saja dia. Haduuh…. Dasar orang gila aneh!!!
Entah berapa lama orang itu duduk disana, hingga akhirnya ada dua orang satpam yang naik di lantai atas untuk mengamankan situasi, dan benar saja orang itu memang gila kata pak satpam, dan langsung diusir oleh mereka. Lega rasanya. Dan segera setelah itu saya ambil wudlu dilantai dasar tanpa rasa khawatir ada orang gila lagi yang mengintai.
| Di dalam masjid |
Terimakasih buat ibu yang belum sempat saya tanya namanya, yang sudah menemani saya berbicara dimalam yang menjengkelkan itu, juga buat pak satpam yang telah mengusir orang gila itu dari hadapan saya, makasih bapak.
Dan setelah kejadian yang cukup mendebarkan jiwa saya, akhirnya saya bisa tidur nyenyak di Masjid Baiturrahman malam itu. Semoga tidak terjadi lagi pengintaian oleh orang ‘gila’ pada diri saya.

0 komentar:
Posting Komentar