BFF (Best Friend Forever)


Apalah arti seorang teman kalau tidak saling mengerti dan memahami antara satu dengan yang lainnya. Tertawa bersama, bersenandung bersama, bersuka-cita bersama, hingga merasakan duka bersama. Itulah sahabat, marah seperti ayah, peduli seperti ibu, mengganggu seperti kakak, mengesalkan seperti adik, dan menyayangi lebih dari kekasih. Dan sahabat sejati adalah orang berkata benar kepadamu bukan orang yang selalu membenarkan ucapanmu, tepat sekali.
Dalam hidup ini kita tidak bisa lepas dari seorang sahabat. Begitu pula denganku, sahabat menjadi arti penting dalam pengalaman hidupku. Mereka kusebut dengan habibullah dan D’DW. Dua kelompok sahabat dari masa yang berbeda. Habibullah, adalah sahabatku dimasa sekolah menengah atas. Kekasih Allah, itulah makna dari Habibullah itu sendiri. Kita menyebut demikian karena ketika terbentuk tak seorang pun dari kita yang mempunyai pasangan atau pacar pada saat itu. Jadi kita ingin seperti Rasulullah, menjadi kekasih Allah. Awalnya kita hanya beranggotakan empat orang yaitu aku, Nanda, Mira, dan Resti. Namun beberapa saat setelah itu bertambah dua orang lagi yaitu Diana dan Mifta. 
Habibullah
Kisah-kisah suka dan duka kita lalui bersama kala itu. Seiring berjalannya watu, kita jarang bertemu karena sibuk dengan kegiatan masing-masing. Dan hanya setahun sekali kita dapat bertemu yaitu ketika bulan Ramadhan dengan melakukan buka puasa bersama. Itu cukup mengurangi rasa rindu yang lama sudah tersimpan.
 Lain halnya dengan D’DW, kita adalah sekelompok dari gadis-gadis yang bisa disebut ABG sedikit gila di dalam kelas kami pada waktu itu. Tepatnya di BEC, the girls from Justice class BTC-CTC SON 2011. Sebenarnya kita dibentuk karena ketidak senambungan antara pria di dalam kelas tersebut. Mereka begitu asing bagi kita, para wanita. Jarang sekali kita berkomunikasi karena tidak ada kecocokan dalam perbincangan pada awalnya. Jadi, kita para wanita berinisiatif membentuk satu kelompok tempat kita berbagi cerita, suka maupun duka dengan sesama wanita. Akhirnya, dengan diketuai oleh Betty yang sedikit banyak bicara terbentuklah D’DW dengan motto… uyee…mak ker…ker…
D' Doulur Wedox
Hehe, memang kita masih ABG labil saat itu. Masih senang bermain, senang nongkrong, pergi kesana kemari, dan sedikit memikirkan urusan dunia yang sedikit berat. Hanya berkumpul bersama dan ngobrol masalah-masalah ringan saat itu.

Namun ternyata, sang pria dalam kelas pun tidak mau kalah dengan kita para wanita, mereka juga membentuk suatu kelompok yaitu SCC. Dari situ, kita sering berselisih dan beradu mulut. Tapi itu menjadi hal yang asik dan selalu menyenangkan bila kita lakukan. Dari hal itu, berselisih setiap hari di dalam maupun di luar kelas, menjadikan kita bisa mengenal satu dengan yang lain. Dan seiring berjalannya waktu, kita pun menjadi satu kesatuan yang kompak dalam situasi apapun.
SCC
Suatu ketika ketika pergi weekend bersama disatu kolam renang di Pare, kejailan SCC tidak terelakkan. Memang mereka tidak enak hati mungkin ketika melihat kami D’DW bahagia. Satu per satu diantara kami dekerjai habis-habisan. Mulai saling menghina hingga diceburkan dalam kolam renang yang pasti kita tidak bisa berenang. Aksi- aksi konyol mereka tidak pernah lupa mereka abadikan dalam sebuah foto maupun video. Mereka tertawa bahagia ketika berhasil mengalahkan kita.
kekompakan D'DW n SCC
Dalam urusan fisik memang D’DW kalah dari SCC. Tapi jangan harap dalam urusan kekompakan pasti D’DW lebih bersatu satu dibandinkang SCC. Banyak bukti yang bisa disebut kalau kita memang benar-benar kompak. Makan bersama, main bersama, dan melakukan hal-hal lain bersama. Tak bisa ditandingi oleh siapapun kekompakan kita. Hehe..
Selama hanya kurang lebih tiga bulan kita bersama, keakraban dan rasa kekeluargaan sudah sangat kental diantara kita. Hingga kita harus dipisahkan dengan pergantian kelas yang artinya kita sudah naik tingkatan di TC. Penyesuaian dengan teman-teman baru memanglah tidak mudah. Lebih-lebih apabila kita sudah memiliki teman yang dekat sebelumnya.
Rasa kehilangan mulai muncul ketika tidak ada lagi saling hina antara D’DW dan SCC. Perkumpulan seluruh anak hanya bisa dilakukan di FB. Tapi itu lebih baik daripada tidak mengetahui kabar antara yang satu dengan yang lain. Kenangan-kenangan kembali terngiang ketika kita jauh. Beratus-ratus foto bersama Justice Community menjadi obat ketika rasa rindu untuk berkumpul menyeruak. Dan juga berpuluh-puluh video pun menjadi obat alternative untuk itu.
Bukti kekompakan kita yang lain juga bisa dilihat dari kesetiaan SCC kepada D’DW dalam hal saling membantu sama lain. Ketika kita butuh jemputan atau ingin diantar ke suatu tempat, SCC selalu ada dan ready untuk D’DW. Dibalik sikap mereka yang jail dan saling menghina diantara kita, terselip rasa sayang yang tulus sebagai sahabat. Tanpa meminta imbalan mereka siap membantu kita dalam kondisi apapun. Sulit memang mendapatkan teman yang bisa sepenuhnya care dengan kita. Tapi itulah SCC dan D’DW.

Persahabatan itu memang seperti kepompong, merubah ulat menjadi kupu-kupu. Merubah yang buruk menjadi baik.
Juga seperti satu tubuh. Ketika satu bagian merasa sakit, bagian yang lain akan merasakan.
Persahabatan itu juga seperti air dan api, ketika api berkobar, air bisa memandamkan nyala itu.
Hiduplah dengan sahabat dalam hidupmu. Karena sahabat adalah hal yang sangat berharga dalam pencarian makna hidup ini. Mereka yang mampu mendorong supaya kita lebih kuat, lebih tabah, dan menjadikan hidup ini lebih berwarna.
LOVING YOU AS ALWAYS MY ENTIRE BEST FRIENDS.



0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto Saya
Hadna Muthia Izzati
Pare, Kediri, Indonesia
A trainer | A traveler | A dreamer| An Ordinary girl
Lihat profil lengkapku

Ordinary's Friends

Blog contents © Ordinary Little Girl 2010. Blogger Theme by NymFont.