Lanjutkan Saja
Senin, 01 Oktober 2012
Catatan ini, memang tidak
pernah usai. Mengisahkan lika liku panjangnya perjalan hingga nanti berakhir
pada ujungya. Aku tidak tahu apa yang ingin kugoreskan di dalam malam yang terasa
sepi didalam keramaian tempat tinggalku ini. Lagi-lagi rasa ini menyerang, sepi
dan sendiri aku benci. Meskipun ditengah-tengah celoteh para wanita yang saling bercerita tentang
kisah cinta mereka. Aah, ingin segera kupasang earphone dan kuputar lagu
sekencang-kencangnya dari notebook ungu mudaku. Muak sudah mendengar celoteh
perempuan-perempuan yang tidak tahu dimana akhirnya. Dan lagi-lagi, lagu ‘owlcity’
tetap menjadi playlist utama ku didalam setiap sepiku. Setidaknya lagu-lagunya
bisa membuat kuping yang panas karena gumaman para wanita disekitarku menjadi
lebih baik. Sudah tidak terdengar lagi apa saja yang mereka katakan, tapi bisa
kupastikan mereka masih berbicara seputar para kekasih hati mereka. Shit,
apa-apaan ini. Ingin ku-stop saja apa yang mereka obrolkan, karena semaki n lama semakin tidak ada ujungnya. Tapi,
apa hakku melarang mereka berbicara?. Yah, aku yang harus mengalah. Tidak ikut
campur dalam perbincangan mereka, dan menyetel lagu semakin keras lagi. Itu lebih
baik. Namun, ada hal yang aneh, kenapa aku harus muak dengan cerita mereka?. Entah,
aku juga tidak tahu, tidak ada yang salah dalam perbincangan kawan-kawanku. Atau
aku yang salah?. Merasa asing ditengah celoteh mereka, mungkin demikian. Tapi biarlah,
aku menghindar saja. Setidaknya aku tidak perlu menjawab pertanyaan interogasi
dari mereka ketika aku ikut didalamnya, itu lebih baik menurutku. Kalau begitu,
teruskan saja celotehmu kawan, meski kau semua tidak mengerti apa yang temanmu
satu ini pendam, dan rasakan.

0 komentar:
Posting Komentar