Terbelenggu Lalu Terbebas

Di bawah lindungan lampu remang-remang, aku hanya ingin menulis beberapa kata-kata setelah sekian lama jemari ini tidak menari diatas komputer ungu mudaku. Aku tidak tahu harus dimulai dari mana. Ribuan kata berjejal di dalam kepala, semua ingin berlomba untuk mencapai garis finish dengan keluar dari otak yang mulai memanas. Sudah tidak tahan mungkin mereka, hanya berdiam diri seperti halnya dipenjarakan didalam sel yang tua. Di dalam ruangan gelap yang hanya memenjarakan diri mereka saja sepertinya, tanpa adanya asupan apapun yang bermanfaat bagi kehidupannya. Aku hanya berfikir dan diam, akan kuapakan mereka. Bila kuperlakukan hal yang sama seperti yang telah lalu, aku yakin, mereka akan mengamuk dan akan berontak ingin terbebas dari dalam penjara ini. Dan pasti akan fatal akibatnya.

Mata hanya bisa terbuka tanpa memberi kesempatan kepada mereka untuk menjadi yang pertama dalam meloloskan diri dari kekangan ini. Telinga, hidung, tangan, kaki, dan semua, seakan tertawa melihat ribuan huruf yang berlomba seakan berlari dengan satu tujuan, yaitu bebas dari penjara yang membelenggu. Semua seakan tidak ada yang membelaku untuk mempertahankan mereka didalam penjara pribadiku yang gelap dan tak bernyawa. Aku menyerah. Power mereka terlalu besar dibanding diri ini yang sedang tak berdaya. Aku persilahkan kalian menang. Silahkan.


Sepertinya kalian senang, setidaknya beberapa dari kalian sudah menang dan berhasil meraih impian kalian. Kuakui kalian hebat. Setidaknya teman kalian yang lain diluar sana tidak pernah terpenjara seperti kalian didalam sel  usang dalam diriku. Bermilyar-milyar teman kalian sudah tersenyum bahagia dan terbebas  dari segala belenggu yang mengikat dalam satu ikatan. Aku yakin, mereka jauh lebih bahagia dan merasakan manfaat yang besar dari keberadaan mereka.

Apakah kalian marah padaku karena selalu mengekang kalian agar tetap mendekap dalam satu ruang gelap?. Tidak membiarkan kalian terbebas menari didunia luar. Menikmati indahnya udara bebas dan tidak lagi menunggu kapankah ada perlombaan untuk menjadi yang pertama dan juara. Maafkan untuk semua. Aku juga tidak ingin sebenarnya membiarkan kalian terus dan terus terpenjara. Keluarlah dan pijaklah dunia sesukamu. Aku tidak akan membelenggu lagi, aku tidak akan memaksa kalian lagi. Sekarang, terserah kalian. Akan kuturuti semua keinginan kalian.

Jika kalian terus berjejal saling melawan untuk menjadi pemenang, aku tidak dapat berbuat apa-apa lagi kecuali terus mengadakan perlombaan untuk kalian. Apakah kalian setuju?, akan kuadakan perlombaan setiap saat untuk ribuan bahkan jutaan dari kalian untuk menjadi pemenangnya. Paksalah diri kalian juga untuk perlombaan yang akan kuadakan kapan saja. Keinginanku hanya satu, kalian semua akan merasakan betapa indahnya diluar sel yang telah usang. Yakinlah.

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto Saya
Hadna Muthia Izzati
Pare, Kediri, Indonesia
A trainer | A traveler | A dreamer| An Ordinary girl
Lihat profil lengkapku

Ordinary's Friends

Blog contents © Ordinary Little Girl 2010. Blogger Theme by NymFont.