‘Mimpi’ Itu
Minggu, 19 Mei 2013
Mengapa harus yang
terakhir?. Kalau kamu bisa menjadikan itu yang kesekian kalinya dan akan
berlanjut dan terus berlanjut. Jujur, aku tidak mau kamu berhenti sampai
disitu. Itu harapku.
Namun, pikiran aneh itu
selalu membayangi. Disebut dengan posisi apa, kalau aku terus berada dalam
kondisi ini?. Apakah aku salah?. Tapi aku merasa tidak melakukan kesalahan. Aku
hanya berjalan sesuai apa yang terjadi. Tidak ada paksaan dari diri, itu alami.
Tapi, apakah itu wajar?.
Aku tahu kamu mungkin mengetahui
apa yang sedang aku pikirkan. Hanya saja, kamu lebih menikmati posisimu saat
ini. Di waktu yang bersamaan pula, aku selalu berharap akan ‘mu’. Tapi
kontrolku lebih besar untuk itu. Aku bisa saja memasang topeng bahwa aku
baik-baik saja. Aku masih bisa berjalan dengan langkah yang tenang. Dan aku
memang merasa bahwa aku benar-benar baik, saat kamu disini.
Disisi lain, aku juga
selalu teringat akan janji pada diriku sendiri, juga padamu. Aku akan
melanjutkan dan berusaha atas apa yang kusebut dengan ‘mimpi’. Dengan cara
tidak masuk dalam putaran yang membuat konsentrasiku akan terpecah. Tidak untuk
orang lain, dan yang paling berat tidak pula untukmu.
Mungkin aku akan selalu
menyertakan Tuhan demi ‘mimpi’ itu. Semoga saja Dia paham atas hambaNya. Begitu
pula diriku sendiri, dan juga kamu.

0 komentar:
Posting Komentar