Kota Kembang
Jumat, 31 Agustus 2012
Part 2
Hari kedua di Bandung,
badan terasa pegal setelah bangun tidur. Sisa-sisa lelah di kereta dan perjalanan
tiada henti di hari pertama. Tapi jalan-jalan masih harus berlanjut. Dengan
menaiki angkot, lagi-lagi. Berbicara soal angkot di Bandung, ini sedikit
berbeda dengan angkot yang berada di kota lain. Sering aku lihat, orang yang
naik angkot rata-rata adalah ibu-ibu yang akan ke pasar, atau anak sekolah
dengan seragam. Kebanyakan seperti itu.
Tapi di Bandung berbeda,
naik angkot serasa penyegaran mata, khususnya untuk para lelaki. Buatku juga
sih,hehe. Karena yang memilih angkot tidak hanya ibu-ibu atau anak sekolah,
tapi kebanyakan mojang Bandung yang parasnya terkenal geulis-geulis. Jadi,
tidak perlu khawatir dan bosan untuk memilih angkot disana. Mengenai tarif
angkutan, sesuai dengan jarak nya. Tidak ada sistem jauh dekat sama tarif. Jadi
masih ada tarif 500 ataupun 1000. Khusus angukutan kota, jumlahnya sangat
banyak. Jadi, tidak perlu menunggu lama untuk menunggu angkutan umum.
Tujuan pada hari kedua,
yang pertama adalah Mambo. Pusat makanan enak pula. Tempatnya tidak sebersih dan
senyaman ‘Giggle Box’ yang sebelumnya kita kunjungi. Hanya saja, makanan yang
dipendagangkan sangat menggugah selera. Lomie, salah satunya. Deskripsi untuk
makanan ini, kuah mie yang biasanya encer, tidak berlaku pada lomie. Karena
mungkin ada sedikit maizena sehingga kuahnya mengental dan rasanya sangat pas,
dengan udang dan irisan daging ayam. Wajib dicoba.
Satu lagi, tujuan ketika
berkunjung di kota kembang adalah Pasar Minggu di Gazibu, tepatnya di depan
gedung sate persis. Gazibu yang lapangan, disulap menjadi pasar dengan berbagai
macam dagangan. Sangat bergam, dari baju, sepatu, makanan, hingga barang pecah
belah. Mulai dibuka jam 6 pagi, tempat ini menjadi tujuan utama para warga
Bandung dikala libur hari Minggu.
Liburan di Bandung kali
ini menjadi sangat berkesan bagiku. Sedikit mempelajari bahasa sunda yang
susah-susah gampang adalah pelajaran tersendiri. Melihat sisi lain dari kota
Bandung, dari makanan yang sangat membuat lidah selalu ketagihan hingga para mojang Bandung yang
sedap dipandang.
Jadi, perjalanan ke suatu
tempat memang dibutuhkan sekali-sekali. Guna merefresh otak akan keruwetan
aktifitas yang monoton. Dan mumpung masih muda, tidak ada salahnya untuk selalu
memjelajah setiap lini dunia, guna menambah wawasan serta derajat seseorang.
Let’s travel around the world.

0 komentar:
Posting Komentar