Gara-Gara Flash Disk


Masih ingatkah anda saat  pertama kali mengenal benda multi fungsi yang bernama flash disk?. Saya masih. Waktu itu saya masih berada dalam masa Sekolah Menengah Pertama, kurang lebih sekitar tahun 2006, enam tahun yang lalu. Ketika itu, guru saya yang merangkap sebagai kepala sekolah mempresentasikan benda itu. Beliau mengeluarkan sesuatu ditengah-tengah pelajaran fisika dari dalam saku kemeja kotak-kotaknya. Membuka mulut dan memulai berbicara. ‘Taukah kalian benda apa ini?’. Kita,siswa ababil yang beranjak dewasa yang hanya berjumlah sebelas butir, terpana dengan mulut ternganga tanpa dosa.

‘Sebuah benda yang kalian semua pasti belum tau sebelumnya, benar?’. ‘Iya pak, benda apa itu?’, tanya kita serempak. Beliau mulai memamerkan didepan masing-masing wajah kita. Serasa melihat wahyu yang baru saja turun, ingin mengetahui gerangan apakah itu. Usut punya usut, beliau mulai menjelaskan secara rinci tentang fungsi, asal usul, dan apapun yang berkaitan dengan wahyu mengenai benda ajaib yang baru turun dari tangan seorang guru fisika.

Di jaman saya SMP dulu, teknologi belum maju sepesat sekarang. Tentang hal proses simpan-menyimpan file dan data penting lainnya hanya bisa disimpan dalam bentuk CD yang kapasitansnya tidak seberapa, atau kita harus menyimpan di dalam disket yang harganya hanya 1500 rupiah, itu untuk sekali pakai, dan tidak jarang virus-virus jahat mengancam, sungguh merepotkan.

Namun, setelah perkenalan dengan flash disk, hidup saya serasa berubah lebih mudah. Apalagi dalam hal simpan-menyimpan file, atau copy-paste data, itu sangat efektif. Dan hingga sekarang saya sudah menghabiskan empat flash disk karena kebanyakan dari mereka raib ditelan bumi. Huft, dan saya tidak menyesalkan hal itu. Karena memang setiap data yang saya simpan di flash disk pasti akan saya save juga di laptop.

Tapi, hal yang membuat saya tidak bisa tidur beberapa malam yang lalu adalah kehilangan flash disk pula. Bukan flash disk saya tepatnya. Karena saya harus meminjam untuk memindah beberapa data, dan saya berlaku sebagai tersangka kali ini. Ini berhubungan dengan hidup dan mati seorang teman. Saya meraibkan flash disk yang berisi hal yang sangat important bagi kelangsungan hidup teman saya, yaitu soft file dari skripsinya.

Sempat mengangis karena bodohnya saya karena sifat amnesia kambuh, atau mungkin sang flash disk telah dicintai orang lain dan masuk kedalam kotak pensilnya. Tidak tahulah, pusing saya memikirkan hal itu. Sudah berpuluh-puluh kali saya harus bertanya kepada ‘orang pintar’ yang kebetulan saya kenal beberapa. Tapi, jawaban mereka selalu tidak pasti, karena benda itu sering berpindah tangan lah, atau apalah. Dan yang lebih parah lagi, kata teman saya, sang flash disk telah dibawa seseorang pulang ke kampung halamannya.

Tidaaaaaaaak!!!!!. Saya ingin menjerit sekencang-kencangnya mendengar kenyatanyaan ini. Bagaimana pertanggung jawaban saya?. Sangatlah tidak mungkin saya membuatkan file skripsi baru untuk teman saya. Apakah saya mampu?.

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto Saya
Hadna Muthia Izzati
Pare, Kediri, Indonesia
A trainer | A traveler | A dreamer| An Ordinary girl
Lihat profil lengkapku

Ordinary's Friends

Blog contents © Ordinary Little Girl 2010. Blogger Theme by NymFont.