Gara-Gara Flash Disk
Kamis, 19 Juli 2012
Masih ingatkah anda
saat pertama kali mengenal benda multi
fungsi yang bernama flash disk?. Saya masih. Waktu itu saya masih berada dalam masa
Sekolah Menengah Pertama, kurang lebih sekitar tahun 2006, enam tahun yang
lalu. Ketika itu, guru saya yang merangkap sebagai kepala sekolah
mempresentasikan benda itu. Beliau mengeluarkan sesuatu ditengah-tengah
pelajaran fisika dari dalam saku kemeja kotak-kotaknya. Membuka mulut dan
memulai berbicara. ‘Taukah kalian benda apa ini?’. Kita,siswa ababil yang
beranjak dewasa yang hanya berjumlah sebelas butir, terpana dengan mulut
ternganga tanpa dosa.
‘Sebuah benda yang kalian
semua pasti belum tau sebelumnya, benar?’. ‘Iya pak, benda apa itu?’, tanya
kita serempak. Beliau mulai memamerkan didepan masing-masing wajah kita. Serasa
melihat wahyu yang baru saja turun, ingin mengetahui gerangan apakah itu. Usut
punya usut, beliau mulai menjelaskan secara rinci tentang fungsi, asal usul,
dan apapun yang berkaitan dengan wahyu mengenai benda ajaib yang baru turun
dari tangan seorang guru fisika.
Di jaman saya SMP dulu,
teknologi belum maju sepesat sekarang. Tentang hal proses simpan-menyimpan file
dan data penting lainnya hanya bisa disimpan dalam bentuk CD yang kapasitansnya
tidak seberapa, atau kita harus menyimpan di dalam disket yang harganya hanya
1500 rupiah, itu untuk sekali pakai, dan tidak jarang virus-virus jahat
mengancam, sungguh merepotkan.
Namun, setelah perkenalan
dengan flash disk, hidup saya serasa berubah lebih mudah. Apalagi dalam hal
simpan-menyimpan file, atau copy-paste data, itu sangat efektif. Dan hingga
sekarang saya sudah menghabiskan empat flash disk karena kebanyakan dari mereka
raib ditelan bumi. Huft, dan saya tidak menyesalkan hal itu. Karena memang
setiap data yang saya simpan di flash disk pasti akan saya save juga di laptop.
Tapi, hal yang membuat
saya tidak bisa tidur beberapa malam yang lalu adalah kehilangan flash disk
pula. Bukan flash disk saya tepatnya. Karena saya harus meminjam untuk memindah
beberapa data, dan saya berlaku sebagai tersangka kali ini. Ini berhubungan
dengan hidup dan mati seorang teman. Saya meraibkan flash disk yang berisi hal
yang sangat important bagi kelangsungan hidup teman saya, yaitu soft file dari
skripsinya.
Sempat mengangis karena
bodohnya saya karena sifat amnesia kambuh, atau mungkin sang flash disk telah
dicintai orang lain dan masuk kedalam kotak pensilnya. Tidak tahulah, pusing
saya memikirkan hal itu. Sudah berpuluh-puluh kali saya harus bertanya kepada ‘orang
pintar’ yang kebetulan saya kenal beberapa. Tapi, jawaban mereka selalu tidak
pasti, karena benda itu sering berpindah tangan lah, atau apalah. Dan yang
lebih parah lagi, kata teman saya, sang flash disk telah dibawa seseorang
pulang ke kampung halamannya.
Tidaaaaaaaak!!!!!. Saya ingin menjerit sekencang-kencangnya
mendengar kenyatanyaan ini. Bagaimana pertanggung jawaban saya?. Sangatlah tidak
mungkin saya membuatkan file skripsi baru untuk teman saya. Apakah saya mampu?.

0 komentar:
Posting Komentar